Sebagai organisasi profesi yang keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat, Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (DPD Pormiki) Provinsi Banten, dituntut menguasai dan mampu mengikuti perkembangan teknologi saat ini.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pormiki, Tedy Hidayat, Amd Perkes, SST RMIK, MMRS, pada acara pelantikan pengurus DPD Pormiki Banten, Minggu (12/1), di gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang.   

Menurut Tedy Hidayat, para pengurus dan anggota Pormiki Banten, harus mampu menguasai era industri yang serba digital. Sehingga para profesional wajib bisa mengemas rekam medis elektronik.

“Bila dilihat dari kultur daerah, Provinsi Banten memiliki wilayah yang cukup luas. Itu bisa menjadi potensi yang sangat bagus. Namun kenyataannya, hingga saat ini Pormiki Banten belum bisa berjalan dengan optimal,” kata Tedy Hidayat.

Ia sangat menyayangkan, di Banten Pormiki belum bisa menampakan perkembangan yang mampu menjangkau seluruh wilayah. Seperti di Kabupaten Lebak atau Kabupaten Serang. “Pormiki masih berkutat di seputaran wilayah Tangerang Raya saja. Sementaa daerah lain belum tersentuh,” imbuhnya.

Pormiki Banten menurut Tedy Hidayat, juga harus mampu melahirkan sosok prosefional yang handal. Sesuai kebutuhan dan perkembangan rekam medis yang serba digital saat ini.  

“Bagaimana bisa mengikuti perkembangan teknologi yang serba canggih, kalau organisasi profesi itu sendiri tidak hidup,” ujar Tedy Hidayat.  

Ia mengingatkan, Pormiki bukanlah profesi individu, Jadi para pengurus harus mampu mengayomi anggotanya. Termasuk menjalin kerja sama dengan pihak rumah sakit.

“Harus ada simbiosis antar pengurus dan dukungan dari anggota. Jadi jangan sampai pengurus bekerja keras, tapi anggotannya malah tidak mendukung. Karena yang benar-benar harus dipikirkan adalah kepentingan masyarakat dan anggota organisasi itu sendiri,” paparnya.

Jadi tambah Tedy Hidayat, dalam tubuh Pormiki harus dipupuk budaya kebersamaan. Pengurus harus benar-benar bisa mengayomi angota serta menunaikan hak-hak anggota. Salah satunya memberikan informasi dan fasilitas bagi anggota.

“Jadi harapan kami, Pormiki Banten bisa berkembang dan mampu menjalankan amanah sesuai harapan anggota. Juga kepentingan masyarakat pada umumnya,” tukas Tedy Hidayat.

Sedangkan Ketua DPD Pormiki Banten, Romaden Marbun, Amd PK, SKM, MAP, menjelaskan, di bawah kepemimpinannya, ia akan menjalankan roda organisasi dengan sebaik-baiknya. Sehingga terjalin komunikasi dan kerjasama yang baik antar pengurus dan anggota.

“Pada agenda awal kerja, kami akan merangkul sekitar 450 anggota Pormiki yang tersebar di seluruh Banten. Kami akan menggelar coffee morning atau pertemuan ke seluruh wilayah, guna membicarakan perihal rekam medis dan kendala yang mungkin terjadi di lapangan,” terang pria yang akrab disapa Aden ini.

Ia menambahkan, bila sebagian besar angota Pormiki merupakan para lulusan baru (fresh graduate-red). Sehingga butuh bimbingan dari seniornya.

“Nah, pada acara coffee morning nanti, mereka bisa mengutarakan hal yang belum dipahaminya. Termasuk kami akan beri bimbingan atau pelatihan. Sebab mereka belum bisa bekerja hanya dengan berbekal modal pengetahuan dari kampus saja,” jelas Aden.

Sementara itu Kasie Litbang RSUD Kota Tangerang, Dr, drg Lulu Faradis, MKM, berharap, ke depan Pormiki Banten dapat terus melakukan perbaikan kualitas. Sehingga mampu menjawab kebutuhan revolusi industri 4.0.

“Sekarang ini, segala hal yang berkaitan dengan medis sudah bertaut dengan teknologi digital. Mulai dari pendaftaran, data pasien, sistem rujukan, hingga rekam medis. Dan alhamdulillah, Pormiki Banten telah ambil bagian melalui kerja sama dengan kami,” tandas Lulu. (tam)

Sumber : 

https://beritatangerang.id/pormiki-banten-dituntut-kuasai-perkembangan-teknologi-digital/